MARGARETHA FANI NATALIA

Foto Saya
jakarta, DKI JAKARTA, Indonesia
selalu menyadari bahwa hidup itu indah walau tidak jarang kepahitan yang berujung duka selalu menjadi teman dalam keseharian .

Rabu, 19 Oktober 2011

BERBEDA (dahulu dan sekarang)

DAHULU (beda dengan) SEKARANG

Ini tentang hidup ..
Tentang sebuah kebetulan dan ketidakpastian seorang manusia didunia .
suatu hal yang sangat menyenangkan …
suatu hal yang selalu aku nantikan …
tapi itu dulu, saat aku masih bersamanya , saat dirinya masih ada didunia ini.
Detik ini aku merasakan hal pahit dari semua yang kusukai dulu.
Waktu kosong tanpa ada beban yang menyambut disetiap harinya - dulu aku suka itu..
Aku suka sesuatu yang tanpa keramaian..
Sesuatu yang hanya berceritakan tentang aku dan dia ..
Saat aku mendapati, tidak ada jadwal kuliah ..
Saat keluargaku menyibukkan diri dan meninggalkan aku sendirian dirumah ..
Saat teman-teman ku tidak mengajak aku untuk pergi bersama ..
DAHULU ..  Aku suka semua hal itu ..
Karena aku tahu akan ada yang menemani disela kesendirianku..
Akan ada waktu lebih banyak dengan dirinya tanpa ada yang mengganggu ..
Akan ada kemesraan yang terlukiskan dari kebersamaan antara aku dan dia ..
Hanya ada aku dan hanya ada dia .. KEKASIH KU ..

***

“bebh, aku berangkat jam 10 ya dari rumah .. pokoknya mbebh siap-siap sekarang” pintaku pada kekasihku.
“iaa .. aku siap-siap dulu, kalau sudah siap telpon lagi ya bebh”

***

Perjalanan menyenangkan selalu kami habiskan hampir seharian penuh dan kami jadikan kegiatan rutin disetiap hari liburku dan diwaktu luangku setiap harinya.
Tidak pernah aku mengatakan ada libur kuliah pada keluargaku.
Mungkin ini sangat jahat, karena aku membohongi mereka , tapi ini salah satu pengorbanan cinta diantara kami. Ketidak beruntungan selalu berpihak pada kami, yang tidak akan pernah bisa bertemu ditempat terbuka untuk menikmati kebersamaan sepasang kekasih.

Rasanya sangat menyenangkan dan tidak pernah merasa bosan aktifitas ini aku lakukan bersama kekasihku.
Petualangan yang hebat..
4 tahun kurang 2 bulan kami menjelajahi ibu kota sampai dipelosoknya.
Belasan tempat wisata sampai puluhan mall di ibu kota, sudah kami datangi hanya untuk mengisi waktu berlibur aku dan kekasihku.
Tidak seperti pasangan lain, yang menjadikan sabtu malam atau “malam minggu” menjadi hari spesial mereka.
Tidak ada kata “malam mingguan” bagi kami ..
Kami selalu menjadikan hari-hari kami ini adalah sebuah malam minggu yang romantis ..

***

“bebh, besok aku ujian nii .. tapi sore banget deh .. bisa-bisa sampe malam”
“emang jam berapa?” tanya kekasihku gelisah, setahuku kekasihku memang tidak pernah tega kalau melihat aku sendirian ditengah malam, makanya raut gelisah dan rasa ingin melindungi saat itu terlihat jelas diwajahnya.
“mulainya saja jam 6 sore, selesai bisa jam 7 malam, belum perjalanan pulangnya” penjelasan terperincipun ku tuturkan.
“yasuda, besok aku jemput ke kampus kamu ya” jawabnya dewasa.

Ini yang ku kagumi dari sosok kekasihku.
Walaupun usianya lebih muda dari aku, tapi sikap dewasa yang selalu ingin menjagaku benar-benar kental ada didalam jiwanya.
Hari – hari kulalui penuh dengan suka cita, walau tak ada restu dari keluargaku, tapi entah apa yang membuat aku percaya bahwasanya dia adalah pilihan hatiku yang memang tidak sempurna.
Bukankah ketidaksempurnaan memang selalu ada disetiap diri manusia?
Jadi apa yang harus ditakuti untuk memilih pasangan dalam hidup?
Mau dicari keujung dunia sekalipun .. semuanya pasti tidak ada yang sempurna.
Itulah fungsinya kita diciptakan untuk saling berpasang-pasangan, supaya bisa saling melengkapi dengan yang lain.
Tapi aku merasa aneh dengan keluargaku.
Sampai kekasihku pergi untuk selamanya, mereka masih saja memaksa aku mencari pasangan yang sempurna.
Apa definisi sempurna yang mereka maksud?
Apa kriteria yang mereka inginkan dari pasanganku sebenarnya?
Apa mereka yang akan menjalin hubungan ini?
Apa aku harus selalu kalah dengan mereka ?
Beritahu mereka Tuhaan …
Beritahu mereka kalau Engkau tidak pernah menciptakan seorang yang sempurna…
Karena jujur aku lelah mencari sosok sempurna yang mereka idam-idamkan ..
Aku lelah berpetualang dengan bayang-bayang keinginan mereka tentang kesempurnaan ..
LELAAAAHH !!!

***

“sayang, ternyata ujian hari ini berubah jadwalnya, aku kebagian jam 12 siang”
“jadi aku ke kampus kamu ga?” tanya kekasihku.
“hmmm … mendingan ga usah deh, dari pada kejauhan .. kita ketemuan aja ditempat biasa”
“sip .. kalau sudah selesai ujian, kabarin aku ya ..inget berdoa sebelum ujian, kamu pasti bisa dapat nilai terbaik” semangatnya untuk ku.
“iaa bebh .. I love you”
“love you too” balasnya mesra.

***

Kemesraan kami tidak berakhir ditelpon hari ini ..
Kami hang out bersama di sebuah mall yang sering sekali kami kunjungi untuk berkencan.
Hari yang indah dan sangat menyenangkan ..
Aku menyelesaikan ujian dengan sempurna dan menghabiskan sisa hariku bersama dengan kekasihku yang sangaaat ku cinta.
Lebih menyenangkan lagi, karena kekasihku mentraktir aku makan sepuasnya.
dia bangga padaku karena mendengar ceritaku yang mampu menyelesaikan ujian dengan sempurna sampai mendapat pujian dari para dosen yang mengujiku.

“seneng deh .. hari ini mbebh traktir aku banyak banget .. biasanya kan cuma traktir es krim” candaku pada dirinya.
“ia doong .. kan hari ini mbebh uda berhasil bikin aku bangga, pokoknya mbebh harus bisa buktiin ke keluarga mbebh, kalau mbebh tuh kuliah ga pernah main-main, tapi serius sampe dapet nilai terbaik” motivasi yang luar biasa selalu aku dapat dari kekasihku itu.

Semenjak keluargaku tahu kalau kami masih berhubungan, mereka selalu meremehkan aku kalau aku ini tidak pernah serius dalam belajar, yang mereka tahu dipikiranku hanya ada DIA, kekasihku bukan kuliah dan masa depanku.
Padahal aku bisa sekuat dan sepandai hari ini juga berkat dia.
dia yang menjadi motivasi terbesar dalam hidupku.
dia yang selalu menyemangati belajarku saat aku mulai bosan membaca ribuan kata dibuku mata kuliahku.
dia kekasihku yang menjadi guru pengetahuan umum buatku.
Tapi yang keluargaku tahu, dia itu orang yang menjadi racun pembuat bodoh isi otakku.

***

Hari yang menyenangkan tapi juga tidak dapat dipungkiri kalau itu sangat menyakitkan.
Siapa yang tahu hari itu adalah hari terakhir kami untuk hang out bersama ..
Setelah itu kekasihku sakit dan hilang begitu saja dari hari – hari ku.
Hingga saat ini .. semua suka cita yang selalu aku rasakan disetiap ada waktu kosong dalam hari-hariku berubah menjadi duka cita yang menyakitkan ..
Dan ini membuat aku benci akan kesendirian ..
Membuat aku benci dengan adanya waktu luang ..
Dan membuat aku benci karena hidup tanpa kekasihku ..

Kamis, 15 September 2011

PERPISAHAN KE -2 (di MALAM KE 40)


Genap 40 hari sudah aku hidup seorang diri tanpa kekasihku.
Yaa … malam ini akan menjadi malam terberat yang harus aku lewati sendirian.

“memang maknanya hari ke 40 buat orang yang sudah meninggal tuh apa sii?” tanya ku pada diana.
“katanya sih .. kalau orang sudah meninggal, selama kurang dari 40 hari, dia masih ada didunia ini, masih mondar-mandir dirumahnya, istilahnya baru mau keluar dari pintu rumahnya” jawab teman karibku yang aku anggap lebih paham mengenai urusan dunia akhirat.
“jadi setelah 40 hari, dia gag akan ada didunia ini lagi?” pertanyaan berkelanjutanpun keluar dari mulutku.
“hmmm … iya..” jawab singkat Diana.
“bener-bener kepisah dong aku sama kekasihku” sedih ku.
“ehh.. tapi kayanya sampe 100 hari deh baru bener-bener pergi, jadi kalau 40 hari masih bolak-balik dalam rumah, naah kalau 100 hari, dia keluar dari rumah untuk pergi selamanya.. ” penjelasan yang sok tahu, entah itu semua benar atau hanya untuk membuatku sedikit lega dan meninggalkan raut kesedihan yang saat itu terlukis diwajahku.

Tapi kenyataanya aku benar – benar merasakan takut yang begitu hebat..
Aku merasa seperti akan kehilangan kekasihku untuk yang kedua kalinya.
Padahal adegan saat aku mengetahui kekasihku telah pergi untuk selamanya sudah membuatku lumpuh dalam menjalani hidup.
Dan hari ini aku harus merelakan kekasihku pergi ke tempat yang lebih jauh dari kenyataan hidup yang sesungguhnya.
Selama 40 hari ini, bisa terhitung dengan jari-jari sebelah tanganku saat kekasihku mendatangiku lewat bunga tidur disetiap malamnya.
Katanya masih mondar-mandir didunia ini, tapi mendatangi aku saja hanya 3 kali dalam 40 hari belakangan ini.
Apalagi kalau sudah benar-benar pergi jauh dari dunia ini..
Apa kami masih bisa bertemu?
Mungkin IYA .. tapi pasti peluang TIDAK akan lebih besar.
Ini yang membuat aku merasa sakit dan sangat amat takut untuk melewati malam ke 40 ini.

Aku takut kehilangan kekasihku Tuhaaan ..
Dan aku merasa benar-benar takut karena banyak yang mengatakan padaku kalau dihari ke 40 memang hari terakhir sosok orang yang telah meninggal secara raga masih bisa dirasa oleh orang-orang terdekat.
Setelah itu .. yaa benar-benar akan hilang.
Begitupun dengan salah satu sahabat dari kekasihku yang ikut membuatku merasa akan lebih kehilangan lagi, karena dia mengomentari salah satu status ku pada jejaring sosial milikku.
[update status on facebook]
“menjelang hari ke 40 .. apa ini akan semakin dekat atau akan semakin jauh ??”
Coment :     “JAUH “

***
Sungguh aku membenci ini, aku membenci segala sesuatu yang membuatku sakit.
Mengapa harus aku yang merasakannya?
Mengapa tidak dia ? mereka ? atau mungkin kamu yang membaca cerita pendek untuk kekasihku ini?
Mengapa aku merasakan ketidakadilan yang benar-benar nyata dikehidupanku?
Dimana Engkau Tuhaaan …!!
Dimana janji Mu yang mengatakan “semua akan indah pada waktunya” … !!
Kapan waktu yang Engkau janjikan itu .. !!
Mengapa terlalu lama Engkau membiarkan aku terlarut dalam penderitaan ini .. !!
Aku hanya ingin Engkau tahu bahwasanya aku muak dengan PERPISAHAN yang menyakitkan ini !!
Dan satu pinta ku jika Engkau masih perkenankan aku untuk memohon ..
TOLONG JANGAN PISAHKAN AKU DENGAN KEKASIHKU di hari ke 40 , ke 100 atau hari ke 1000 nantii ...

BIARKAN KAMI TETAP BERSAMA !!

Rabu, 14 September 2011

Antara TUHAN dan dia …

-->
(oleh : Margaretha Fani Natalia)
Hari ini tepat sepekan kami tak bersama, bahagia karena akhirnya dia menjadi milikku seutuhnya, tapi tak dapat dipungkiri kalau hati ini teriris perih karena kehilangannya.
“bebh, kamu makan yang teratur dong .. biar gemuk” tuturnya dewasa kepadaku.
Siapa yang tahu kalau itu adalah wejangan terakhir dari dirinya. Penyesalan yang luar biasa besar tumbuh diragaku, kala aku ingat semua keluh sakit tubuhnya yang tak pernah kuhiraukan.
“jadi pacar kamu sudah tidak ada ?” tanya suster ‘yo’ kepadaku penasaran.
“suster fikir aku main-main dengan kabar yang kemarin aku beritakan !!” emosi bercampur sedihpun terlontar dari mulut ku.
Aku sediih .. aku menangis setiap malam .. aku berdoa kepada Tuhan agar mempertemukan kami kembali.
Siapa yang bisa tahan dengan penderitaan ini, aku dan dia sudah 43 bulan lewat 21 hari bersama terhitung sampai meninggalnya kekasihku.
dia yang menemani aku saat aku dibenci sahabat-sahabatku, dia juga yang membela aku dari cacian para musuhku, dia itu kekasihku yang sangat mencintai aku walau kadang aku malu mengakuinya didepan teman-temanku.
***
Kami berdua diperkenalkan oleh teman kami, 15 oktober 2007 merupakan hari jadi kami dan selalu menjadi tanggal kebahagian untuk kami berdua, semua teman-teman kami tahu akan angka favorit kami yaitu 1510. Sebuah icon yang melukiskan cinta kami.
“aku ga yakin bebh, kalau hubungan kita akan berlanjut kepernikahan” perkataan yang selalu keluar dari mulutku setiap kali kami merayakan hari jadi kebersamaan kami.
“tapi kita tuh uda gag akan terpisah” jawaban yang optimispun selalu dilontarkan oleh kekasihku.
Orangtua ku tidak menyetujui hubungan kami, mulai dari pendidikan sampai agama menjadi sebuah pagar pembatas antara aku dan kekasihku.
Tapi entah kenapa, selalu ada yang membuat aku yakin kalau dia memiliki cinta yang kuat dan abadi untuk aku.
Segala pengorbanannya, dia mau berjalan mencarikan aku minum saat aku kehausan dan hanya memiliki sepeser uang rupiah, saat aku harus mengurus pendaftaran sekolah dan kuliahku sendirian, sampai saat aku dibenci oleh orangtuaku karena ada orang asing didalam rumah ku yang lebih disayangi oleh ibuku, dia selalu ada layaknya Tuhan Yesus yang selalu menemani aku.
Disegala kekurangannya aku selalu merindukannya. Entah karena apa aku memiliki keyakinan bahwasanya kami akan terus bersama walaupun tidak ada sakramen pernikahan yang akan memberkati kami berdua.
***
“aku tahu, dia emang punya segalanya, dia punya kendaraan yang bisa anter jemput kamu, dia punya title dalam pendidikan, dan dia satu agama sama kamu, jadi mending aku mundur, kita putus !!”
Dimasa pacaran kami memang tidak selalu indah dengan keromantisan yang berbayang sikap dewasa serta penuh pengorbanan, sama seperti pasangan yang lainnya, kami berdua sering kali bertengkar karena perselingkuhan.
Kadang aku berdoa pada Tuhan :
“aku mencintainya, kekasihku Tuhan .. tapi aku juga menyayangi keluarga ku..
Aku ingin terus ada bersama kekasihku Tuhan .. tapi aku sadar bahwa kami tidak mungkin bersama..
Berikan aku cinta yang seiman, yang bisa mendapatkan restu dari keluargaku..
Yang lebih dari kekasihku saat ini.. Tapi aku mohon padamu
‘bagaimana caranya aku terpisah darinya
bukan karena orang ketiga atau orang keempat yang hadir diantara kami .. amin”
Ini sangat menyakitkan kalau saja kekasihku membacanya.
Tapi ini nyata, hampir disetiap malam aku berdoa pada Yesus agar aku bisa mendapatkan seseorang yang lebih dari kekasihku, tapi yang membahagiakan kekasihku adalah didalam doaku, aku selalu meminta pada Yesus, agar aku tidak dipisahkan oleh kekasihku.
Mungkin membingungkan..
Tapi inilah yang sesungguhnya aku rasakan disetiap harinya, aku mencintai kekasihku dan ingin terus bersamanya namun aku tak mau menyakiti keluargaku dan ingin mendapatkan yang lebih baik darinya.
***
“bebh sakit banget nii badan aku” keluh kekasihku dari ponselnya.
“yauda dibawa kerumah sakit aja yaa .. biar diperiksa” saranku memaksa.
“sekarang lagi dimana?” tanyaku penasaran.
“perjalanan mau ke rumah sakit thamrin” jawabnya singkat
“iya.. sudah sampai dimana?” tanyaku curiga
“di UKI”  jawabnya.
“buat apa muter-muter ke UKI , sebenernya mau ke rumah sakit atau mau ketemuan dengan yang lain siih ..” emosiku melonjak.
Entah apa yang membuat aku tak terkontrol dalam berbicara, sehari sebelum kepergian kekasihku rasanya aku benar- benar menjadi seorang wanita yang bodoh. Aku hanya terdiam dan memamerkan amarahku. Tidak pernah ada belas kasih yang terpancar dari pribadiku untuknya.
Ini yang membuat aku menyesalinya sampai sekarang. Kecurigaan selalu terlontar kepadanya. Aku membencinya dan aku tidak mau menjenguknya sama sekali.
“mungkin ini rencana Tuhan, Tuhan membuat kamu benci sama pacar kamu sampai kepergiannya” celotehan sahabatku yang sebenarnya hanya menghibur aku agar aku tidak terlarut didalam penyesalan.
“apa Tuhan pernah mengajari kita untuk membenci? Kenapa Tuhan sampai membuat aku membenci kekasihku disaat akhir kehidupannya?” tanyaku penasaran.
“Tuhan tidak mengajari kamu untuk membenci dia, tapi Tuhan bermaksud baik, tujuannya supaya kamu tidak terlalu sakit saat dia harus pergi, makanya kamu dibuat menjadi sedikit tidak peduli pada kekasihmu..” jelas sahabatku dengan sok dewasa.
Mungkin aku yang bodoh..
Mungkin aku yang patut untuk disalahkan detik ini ..
Aku tidak ada didekat kekasihku saat dia harus berjuang melawan sakitnya. Aku malah menambahkan beban sakit dalam dirinya dengan kecurigaan yang tak beralaskan.
Tapi semua itu karena aku sangat mencintainya,
Aku sangat takut kehilangannya, aku sangat takut dirinya memiliki kekasih lain, aku sangat menyayanginya ..
***
Perjuangan kami untuk bersama sangat besar.
Saat aku harus disidang oleh keluargaku agar aku tidak berdekatan dengannya lagi.
“jadi kamu masih pacaran sama dia !!” amarah kakak ku.
“tidak” jawabku singkat,
Aku selalu mengatakan kata “TIDAK” untuk menyelamatkan diriku dari tikaman amarah keluargaku.
Sebenarnya hatiku sedih dan menangis pilu saat mengucapkan perkataan itu, saat aku harus membohongi perasaanku dari rasa cinta yang mendalam. Saat aku harus membohongi keluargaku dengan berpura-pura sudah tidakk menjalin hubungan lagi bersama kekasihku.
Ini hal yang sangat menyakitkaan ...
Entah apa yang membuatku bahagia saat bersamanya, saat aku ingin sekali menjadi kakak sekaligus kekasih dalam hidupnya.
dia itu kekasihku yang berusia 2 tahun lebih muda dari usiaku, dia yang selalu bersikap manja dan kadang sok menjadi lebih dewasa kepadaku.
Dia yang membantu aku menuliskan tugas kuliah disaat jemari-jemariku mulai letih melukiskan huruf-huruf kapital diatas kertas putih.
Dia yang menemani aku menyebarkan surat lamaran pekerjaan disaat aku benar-benar membutuhkan banyak pengeluaran di masa kuliah.
Dia yang mengajari aku memetik senar gitar hingga terciptanya sebuah nada indah dan siap untuk dinyanyikan.
Dia itu kekasih abadi ku.. PACAR SELAMANYA !!
“ini jalan dari Tuhan” sapaan hangat suster ‘yo’ kembali menenangkan aku.
“kenapa harus pacar aku suster?”
“karena Tuhan Yesus sayang sama kamu, kalau dia hidup, kamu pasti yang menderita, kamu akan bingung siapa yang kamu pilih, TUHAN atau dia pacar kamu yang berbeda iman .. “
Penjelasan dari seorang biarawati yang menenangkan hatiku untuk sejenak.

RINDU INGIN MATI ..

-->
[17 agustus 2011 ; 21:29]
Masih sama seperti hari kemarin. Aku merasa sendiri walau berada ditengah keramaian. Aku merasakan sakit yang mendalam walau ditengah kicauan canda para teman-temanku.
Aku merasa ada yang hilang semenjak kepergian kekasihku.
Kini sudah hari ke 12 dari dimakamkannya kekasihku.
“mbebh I LOVE YOU .. hari ini gag ada dosen, kita jalan yuk..”
Pesan dinding pun masih sering ku kirimkan dalam jejaring sosial miliknya.
Hal rutin mengunjungi makam kekasihkupun tetap kujalani sampai sore tadi. Menulis pesan singkat ke ponselnya, menteriaki kata ‘mbebh’ sebagai panggilan sayang kami saat melintasi rumahnya, sampai membuat tulisan dinding di jejaring sosial miliknya. Entah apa yang terjadi, tapi hati ini selalu menolak untuk menerima kenyataan yang ada.
Kadang aku iklhas tapi hanya sesaat, karena diwaktu aku sendiri aku kembali merindukannya.
“kamu dari mana fan?” tanya teman ku yang selalu memerhatikan aku semenjak kepergian kekasihku.
“dari makam” jawabku singkat
“kayanya setiap hari kamu kesana deh.. kamu harus bisa terima kenyataan fan”
“SULIT dan TIDAK SEKARANG” jawaban yang pesimis selalu aku lontarkan dikala para sahabatku mulai meminta aku untuk tidak terlarut terlalu dalam pada suasana berkabung.
Ini sangat sulit dan memang tidak mudah ..
Aku selalu merasa sendiri semenjak kepergiannya. Mungkin karena aku terlalu mencintainya, karena aku terlalu menyayanginya, karena aku begitu ingin terus bersamanya.
***
“bebh, kenapa harus hari ini? kenapa harus sekarang? kenapa  !!”
Mungkin kalau ada orang melihat aku dikuburan kekasihku, mereka akan menganggap aku ini wanita gila. Jelas saja, aku selalu berbicara sendiri disana.
Sewaktu kekasihku masih hidup, hanya dia teman yang selalu mendengarkan aku bercerita, dia yang selalu mendengarkan keluh kesahku, emosiku, dan segala kebahagiaan yang aku alami disetiap detiknya.
Makanya saat aku berada dimakam kekasihku, aku selalu berbicara kepadanya layaknya saat dia masih hidup.
Aku tidak tahu harus bercerita kepada siapa lagi, Tuhan mungkin bosan mendengarkan cerita ku, karena Dia sendiri tahu apa yang aku alami. Tapi kekasihku ? saat dia masih hidup dia selalu siap mendengarkan apa yang hendak keluar dari mulutku.
Sekarang dia sudah tidak ada, dan mungkin dia akan tahu segala apa yang terjadi kepadaku layaknya Tuhan. Lalu siapa lagi yang hendak kujadikan tempat cerita? Aku sendiriii … dan memang hanya sendiri.
Sahabat, teman bahkan keluargaku terkadang sangat amat sibuk dengan segala masalah dalam hidup mereka.
Masalah cinta, masalah uang, masalah pekerjaan dan masalah terhadap dirinya sendiri..
“Kenapa harus aku Tuhan …” pertanyaan yang selalu aku lontarkan ketika pikiranku memulai ingatan tentang kesendirian.
Menangis, berdoa, berbicara pada Tuhan atau bahkan berbicara kepada kekasihku .. semua sudah kulakukan, tapi kenapa hati aku masih saja pilu !!
Kapan dan dimana kedamaian itu dapat aku rasakan?
***
“oke, kamu boleh kaya gini, tapi janji hanya 40 hari. Itu batas maksimal kesedihan kamu” saran sahabat karibku yang selalu mendukung aku untuk bangkit dari lara kesedihanku.
40 hari ? itu terlalu lama, jika memang bisa aku lakukan untuk SABAR, TABAH dan IKLHAS, aku ingin sekarang semua terjadi, aku letih berlarut-larut dalam kesedihan..
Tapi kenapa hati ini berkata TIDAK MAMPU !!, kenapa SULIT yang malah kurasakan disetiap detiknya. Kenapa selalu air mata kerinduan yang mengalir disetiap malam tiba !!
“kapan giliran aku ya bebh?” pertanyaan yang bersifat satu arahpun selalu ku paparkan didepan nisan kekasihku.
Jelas saja bersifat satu arah, biasanya kalau aku membuat cerita pendek, disetiap kutipan berisikan percakapan aku dan kekasihku.
Tapi sekarang ? hanya pertanyaan atau bahkan pernyataan yang tidak tahu mau dijawab apa.
Semua keluar dari mulutku tanpa ada yang merespon, kalaupun kekasihku membaca atau mendengar akan apa yang aku katakan dan keluh kesahkan, aku tidak tahu apa jawabannya.
***
Hari-hari ku semakin berat kulalui sendirian, hampir 4 tahun aku habiskan bersama kekasihku disetiap waktu kosong dalam hidupku.
Sekarang aku benar-benar sendiri. Padahal kalau dihitung dengan jemari yang ada, aku memiliki lebih dari 10 sahabat dan 20 teman yang seharusnya bisa mengisi kekosongan dalam sisa hidupku.
Tapi entah apa yang membuat aku buta akan keberadaan mereka.
Aku selalu merasa sepi dan sendirian dalam mengarungi hidup ini. Mungkin karena aku belum siap menerima kenyataan akan pahitnya kisah cintaku bersama kekasihku.
Mana ada wanita atau pria didunia ini yang tidak berkabung duka jika ditinggal mati oleh kekasihnya.
Aku bingung dan aku merasa cacat dengan keadaan ini.
Aku ingin Tuhan tahu penderitaan yang kualami, kesepian yang kurasakan, keinginan untuk berjumpa dengan kekasihku walau hanya untuk mengatakan “LOVE YOU BEBH !!”.
***
“emang kamu belum dimimpiin sama pacar kamu?” tanya aryani sahabatku.
“belum .. aku pengen dong ketemu dia, kamu kan sering ngeliat orang-orang yang sudah gag ada ‘ar …” pintaku memaksa.
“aku juga ga tau caranya, bingung kasih tahu ke kamu, mungkin dia belum siap, karena kamunya juga belum siap, maaf ya soalnya aku juga ga tahu kenapa bisa ngalamin hal kaya gitu, yang jelas kalau disuruh memililh aku ga mau kaya begitu, karena itu sangat menyakitkan ..” jelas bijak sahabatku.
“tapi kenapa dia ga pernah datang ke mimpi aku ya ‘ar … ??” tanyaku pilu, seakan aku benar-benar tidak akan pernah melihat wajah kekasihku walau hanya sekejap di dalam mimpi.
“karena dia tahu, kamu masih belum bisa menerima. Kalau dia datang, itu hanya akan membuat kamu berangan-angan lebih dan merasa hidup di dunia ini sendirian. Kalau sudah sama-sama siap, pasti akan dipertemukan oleh Tuhan..”
Jawaban hangat yang membuat aku selalu ingin sekali bisa mengiklhaskan kepergian kekasihku, aku ingin supaya kami bisa berjumpa walau hanya dibawah sadar tidur malam ku.
Kerinduanku begitu besar untuk bertemu dan mengatakan I LOVE YOU pada dirinya, ini yang membuat aku selalu ingin tidur pulas disetiap harinya, aku ingin cepat – cepat masuk kealam mimpi ku, dan berharap dapat menemuinya dan memeluk hangat tubuhnya kembali.
Tapi ini sangat mustahil, sampai hampir dua pekan kepergiannya aku tidak pernah mendapatkan mimpi bersamanya.
Inilah yang membuat aku menangis disetiap kali aku terbangun dari tidurku, dikala aku menyadari sinar mentari sudah menebarkan kehangatan kepada sejuta umatnya, disaat aku mendapati ingatanku bahwa tidak pernah ada dirinya mendatangi tidurku.
“apa mbebh marah sama aku? Apa mbebh sudah benar-benar tidak mau menemui aku walau hanya dalam mimpi?”
Aku selalu menangis dan meluapkan kesedihanku didepan nisan kekasihku dikala aku ingat setiap hari aku mendatangi makamnya namun dirinya tidak pernah menghiasi lelapku dalam mimpi.
Ini yang membuat aku merasa sepi dan selalu sendiri, ini yang membuat aku merasa kehilangan seratus persen kekasihku.
“Kenapa tidak pernah datang dalam mimpi? Apa sudah tidak mau bertemu aku ? kenapa !!”
Doa singkat selalu aku haturkan disetiap malam tiba :
“biarkan malam ini aku melihat wajahnya dan memeluknya walau hanya dalam semu belaka Tuhan … amin ”.
Tapi pagi kembali membanguniku, tanpa mimpi dan tanpa wewangian dari kembang makam yang kusirami setiap aku berziarah kekubur kekasihku.
“Apa yang harus aku lakukan !! apakah aku harus menunggu malam nanti, esok dan lusa ? untuk mendapati kekasihku dalam lelapku? atau apakah sebaiknya aku mati ? jika memang dia tidak dapat menemui ku dalam hidup ini?”
***
I miss you so .. kekasih selamanya !!


WHERE IS MINE ?


-->


-ini tentang kekesalan ku pada kekasihku yang tidak pernah mengunjungi ku-
(kamis 1 september 2011 ; 00:00 WIB)

Beratnya perjalanan hidup ini sangat terasa dihari-hariku.
Kepergiannya membuat aku semakin kacau dalam menjalani hidup. Saat aku harus berfikir bahwa hidup ini masih sangat panjang, saat itu juga aku merasakan sakit yang begitu hebat karena kesendirian yang membayangi fikiranku.
Tuhan .. apa mungkin kekasihku akan kembali? Bukankah Engkau sendiri yang bersabda, bahwasanya ‘tidak ada yang mustahil bagi Mu’. Seharusnya Engkau bisa mengembalikan kekasihku kepadaku.
Tapi kenapa malah kesendirian yang mendatangi ku..
Dimana kekasihku Engkau sembunyikan? Mengapa sedetikpun aku tidak bisa merasakan keberadaannya bersamaku?
Bukankah sewaktu dirinya masih ada didunia ini, aku adalah orang yang paling dia cintai? Atau mungkin ada orang lain yang mengisi hatinya hingga membuatnya sibuk menjaga dan mendatangi orang lain itu saat ini?
"Apa kami benar-benar terpisah Tuhan?"
Seharusnya aku tahu tentang isi hatinya yang sesungguhnya sebelum kekasihku pergi meninggalkan aku untuk selamanya. Tapi mengapa malah rasa tidak ingin bertemu yang Engkau berikan dahulu?
Penyesalan mendalam akhirnya yang selalu menemaniku setiap detik bergulir. Aku menjadi gila dan mungkin menjadi seorang yang tidak berTuhan..
Aku mencintainya Tuhan.. !!
Aku merindukan cinta darinya.. !!
"Apa Engkau tidak ijinkan kekasihku untuk menemaniku walau hanya satu jam disetiap harinya?"
"Atau apa kekasihku yang sebenarnya sudah tidak mau menemui aku?"
Tolong beri aku jawaban yang pasti agar aku dapat menghentikan tulisan ini dan pikiranku mengenai dirinya.
Bukankah kalau orang sudah ‘mati’ masih bisa menjumpai manusia yang masih hidup?
Tapi kenapa itu tidak terjadi sama sekali pada kami?
Mengapa seakan ini benar-benar akhir dari perjalanan cinta kami?
Seharusnya kematian itu tidak memisahkan suatu hubungan..
Seharusnya kematian itu yang menjadi pererat sebuah hubungan.
Karena dengan kematian, roh dari orang yang sudah mati itu dengan mudahnya menjumpai pasangannya yang masih hidup.
Dan seharusnya pasangannya yang masih hidup itu juga merasakan kehadiran dari orang yang dicintai itu.
Hingga kebahagiaanlah yang tercipta.
Tapi mengapa itu tidak terjadi diantara aku dan kekasihku?
Mengapa malah kesendirian yang menghantui disetiap hari-hari ku?
Dimana pasangan yang kucintai itu?
Dimana kekasihku yang seharusnya menjaga aku walaupun keadaan telah dipisahkan oleh jarak, ruang dan waktu?

Mereka bilang AKU adalah CINTA adalah MISTERI

[persembahan untuk teman-teman yang sudah membantu saya mengetahui arti cinta]

[jakarta, 15 oktober 2007] [margaretha fani natalia]

Harusnya mereka sadar, bahwa aku ini CINTA .
Karena beberapa hari yang lalu, saat aku menanyai tentang cinta kepada mereka, banyak yang mengatakan, bahwa cinta itu kasih, cinta itu sayang dan anugrah, terkadang cinta menjadi sebuah penyakit yang mematikan sehingga memaksa kita untuk mengeluarkan sejumlah uang untuk menyembuhkan, tapi dibalik semua itu cinta juga sering menjadi sebuah alternatif penyembuhan atau obat mujarab.
Memang tidak bisa dipungkiri kalau cinta itu buta sehingga meluputkan kita dari nafsu belaka, walau merupakan sebuah anugrah besar , cinta sering membuat aku, kamu dan mereka cemburu sampai – sampai harus rela mengeluarkan ribuan liter air mata hingga di cap cengeng.
Tapi siapa juga yang sangka kalau ternyata cinta itu derita dalam kehidupan ? karena selama ini yang kamu dan mereka tau cinta itu hanya sebuah romantika kisah yang manis seperti permen coklat dan biskuit susu yang sangat renyah, hingga membuat penikmatnya menjadi tak sadarkan diri kalau – kalau sebenarnya yang disantapnya itu adalah buah mangga yang aromanya sangat asam. Hahaha ...
Sebuah karya potografi sahabatku melukiskan bahwa cinta seperti sebuah koper besar, dimana dalam sebuah wadah dapat memuat dan menyimpan banyak hal yang kita sukai, mulai dari baju favorit sampai ke pakaian dalam yang bervariasi. Hmm bener gag iaa??
Disela kesibukan memikirkan tautan makna sebuah CINTA, seorang peri kecil mendekati aku dan berkata bahwa aku ini adalah CINTA yang sesungguhnya, saat aku tanya mengapa ? sii peri itu menjawab “karena aku adalah guru, aku adalah sekolah dan aku adalah tugas rumah yang harus diselesaikannya dalam deadline yang sangat cepat” .. karena itulah peri kecil mengatakan aku ini CINTA.
Lain lagi dengan orang – orang yang mengaku dirinya sebagai sahabat, mereka mengatakan cinta itu alunan nada atau musik, cinta itu seperti andra & the backbone yang sempurna, dan tidak jarang juga seperti rintihan dari last child yang berjudul pedih, dan yang paling sering dibilang, cinta itu seperti suaranya astrid dan tantri-kotak yang sexi banged karena serek – serek basah.
Lalu apa dan siapa sebenarnya cinta itu?
Apa benar kalau aku adalah CINTA ?, berarti aku ini pembunuh ? Dan aku adalah maut ?, mereka yang mengatakan seperti itu tentang devinisi cinta yang sesungguhnya, terlalu sulit bagi aku juga mungkin bagi kamu dan mereka untuk mengerti siapa aku dan siapa cinta, karena aku adalah cinta adalah MISTERI.

[terimakasih yang sudah mau menjawab apa arti cinta saat saya mengajukan pertanyaan secara spontan]

Selasa, 13 September 2011

SENDIRI dengan TANGIS (di hari ke 19)


Aku coba menghindar..
Aku bangun dan berusaha pergi dari sepinya hati. Tapi tangan dan kaki ku gemetar begitu kencang hingga tak mampu menopang tubuh kecil ini.
Aku terjatuh dan akan selalu terjatuh.
Kesendirian ini tidak pernah terlintas dipikiranku walau hanya sedetik saja.
Aku selalu merasa bahagia karena bersamanya.
Bersama dia yang sangat ku cintai.
Tapi kini semua berbeda, kesendirian itu datang dan terus menjadi teman hidup ku.
Biasanya jam segini, tepat saat matahari sedang menertawakan aku hingga panas terasa menyengat tulang, kekasihku melintasi rumah ku dengan gayanya yang sedikit nakal lalu menggoda dan mengajakku pergi bersamanya.
Tanpa menghiraukan cibiran dari para tetangga yang tidak pernah suka melihat gaya berbusananya. Kekasihku ada untuk membuatku teduh dari bakaran sinar mentari disiang hari.
Sembilan belas hari sudah dia pergi meninggalkan ku.
Cerita pendek yang seharusnya berkisahkan tentang masa liburan kuliahku dengannya berganti dengan kisah tangis air mata seorang wanita yang ditinggal pergi kekasihnya.
Kisah rapuh hidupku mungkin akan menjadi cerita berseri dan atau sebuah novel yang tebal.
Entah mengapa, aku tidak bisa dan mungkin tidak akan pernah bisa menjadi seorang wanita kuat yang sempat kuramalkan dahulu saat aku berkhayal tentang sebuah perpisahan dengan kekasihku.
Aku juga tidak mampu dan tidak akan pernah mampu menjadi seorang wanita kuat seperti yang diharapkan oleh teman dan para sahabatku.
Setiap hari aku membuang air mata ini dengan harapan bisa mengembalikan keadaan menyakitkan ini menjadi seperti beberapa pekan yang lalu.
Saat aku masih bersamanya.
Saat kekasihku masih duduk dan tersenyum disampingku,
Saat kami masih saling menatap.
Aku menangis dan bingung mau berbuat apa.
Aku berharap air mataku mampu mengembalikan dirinya kepelukanku,
Aku berharap belas kasihan dari sang pencipta agar memberikan aku kesempatan sekali lagi untuk bersamanya.